The Reflection Of Moonlight | chapter 2

THE REFLECTION OF MOONLIGHT

 

Author : BeeABlood

Genre : Romance, fantasy, school life

Leght : 2/?

Cast :

.~ Park Miyoung

.~ Kim Jong Woon a.k.a Yesung

.~ Cho Kyuhyun

.~ Han Soo Young (Hanyoung)

.~ Moon Geun Young

.~ Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

.~ Choi Siwon

.~ Kim Ryeowook

.~ and others

———————————

PREVIOUS PART

“Annyeong haseyo` choneun Park Mi-Young Imnida.. aku pindahan dari Indonesia, bangapsumnida..”

“baiklah, miyoung-sii. Silahkan duduk.. emm.. dengan yesung-sii. Yesung-sii apa kau tak keberatan?” ucap seongsaenim sambil menatap kearah namja itu

“ne? Ah aniya seongsaenim..” ucapnya sambil membetulkan posisi duduknya.

Sebenarnya aku agak risih harus sebangku dengannya, tapi bagaimana lagi? Tinggal satu bangku ini saja yang tersisa. Ck, semoga saja namja ini tak macam-macam.

—————————

Next part ^^

@CLASS

Yesung pov

Jam istirahatpun berbunyi. Semua siswa membereskan barangnya dan pergi menuju kantin. Hingga saat ini hanya tinggal kami berempat. Aku, kyu, hanyoung, dan.. emm.. minyoung. Kulihat gadis itu sedang sibuk dengan handphonenya dan memasang handsfree di telinganya, semenit kemudian diapun memejamkan matanya. Dari  sisi kirinya, aku dapat melihat wajah damainya saat mendengarkan musik.

Aigoo~  yeppeo~

“nee~ yeppeo hyung.. “

“Yaak! Kyu berhenti menggangku fikiranku!”

“wae jongwoon ? kau terganggu heum?”

“mwoya? Jongwoon ? bisakah kau sedikit sopan padaku Cho kyuhyun!!??”

“emm.. sepertinya tidak tuan kim!”

“terserah kau sajalah kyu..”

“kalian ini selalu berisik, yesung oppa, kenapa kau tak mengajaknya bicara?”

“cih, mana mungkin dia punya keberanian untuk menyapanya hanyoung-ah.. hahaha”

“ck! Cho kyuhyun apa kau bilang?”

“kyu~  kau jangan begitu.. kau tak sopan pada hyungmu tuan cho!”

“sudahlah hanyoung, kyuhyun memang kekanak-kanakan..”

“oppa, cepat kau ajak bicara dia! Kenapa kau diam saja hah”

“aish.. aku.. aku tak berani hanyoung..”

“benar kan? Sudah kuduga..” sindir kyu sambil tersenyum sinis.

“aish.. yesung oppa, kalau kau tak memberanikan dirimu mulai dari sekarang terus mau kapan? Kau akan mendiamkannya terus seperti itu?”

“err… nee.. nee, hanyoung.. aku akan coba..”

Kuhembuskan nafas beratku dan mencoba untuk menyapanya.

“emm.. chogi.. apa yang sedang kau lakukan?” ha? Yesung babo! Pertanyaan macam apa itu?

“ne? Kau bertanya padaku?” ucapnya sambil membuka handsfreenya.

“ne.. kenapa kau tak pergi ke kantin?”

“aniyoo.. aku sedang tak lapar.. kau?”

“jongwoon.. panggil saja yesung..”

“ah nee.. yesung-sii .. kenapa tak pergi ke kantin juga?”

“ah aniyo.. hehe.. aku juga sedang tak lapar..” ucapku sambil menggaruk tengkukku yang tentu saja tak gatal.

“ah ne..”

Hening..

“annyeong miyong-sii.. han soo young imnida.. panggil saja aku hanyoung.. (∩_∩)” hanyoung memecahkan keheningan diantara kami.

“oh ne.. hanyoung-sii park mi-young imnida) (∩_∩)anggil saja miyoung..”

“ah ne.. miyoung-sii.. perkenalkan ini Cho kyuhyun.” Ucap hanyoung sambil menuntun tangan kyuhyun-yang lebih tepat mungkin menyeret  tangannya -__-

“annyeong..” ucap kyu sambil sedikit tersenyum. Cih, lihat muka innocentnya itu. Aish jinjja.. -___-

“ne.. annyeong.. (∩_∩)”

“ ah miyoung-sii.. kenapa kau pindah ke seoul?”

“appaku harus mengurus perusahaannya, jadi aku dan keluargaku harus pindah kesini. Dan..” kata-katanya terhenti dan dia memalingkan wajahnya dari kami. Kulihat bahunya bergetar, dia menangis?

“miyoung-sii.. gwaenchanayo?” tanyaku dan menyentuh bahunya. Dia menghapus air matanya dan kembali menatap kami.

“gwaenchana.. aku hanya teringat pada sepupuku.”

“sepupumu? Apa yang terjadi?”

“ne.. dia sepupuku, sepupu yang sangat baik untukku.  Dia ditemukan mati  ketika pulang sekolah..”

‘mwo? ”

“ne.. ada bekas luka gigitan dilehernya..” kami membulatkan mata kami. Mwo? Gigitan dileher?

“siapapun yang  membunuhnya, aku takkan pernah memaafkannya!” ucapnya sambil mengepalkan tangannya. Gigitan dileher? Mungkinkah? Aku, kyu, dan hanyoung saling bertatapan.

Yesung pov end

————————————-

Hanyoung pov

Mwoya? Gigitan di leher? Apakah mungkin ? pelakunya satu diantara kami? Jika benar satu diantara kami yang melakukannya, itu berarti dia akan membenci kami juga? Aish..  siapa yang dimaksud miyoung dengan sepupunya?

Hanyoung pov end

Miyoung pov

Aish.. mereka mengingatkanku lagi pada sungmin.. sungmin oppa.. aku berjanji akan membalaskan dendamu.. oppa~ kau istirahatlah dengan tenang disana..

RING DING DONG

RING DING DONG

Bel pulang sekolah berbunyi.  Aku segera membereskan semua peralatan sekolahku.

“aku duluan yesung-sii.. annyeong..” ucapku sambil berlalu meninggalkannya yang sedang melamun. Aigoo.. jika ku perhatikan, dia itu lebih sering melamun dari pada menyimak pelajaran..

Aku mengambil handphoneku dan menelfon leeteuk oppa.

“yeoboseyo..” sapa seseorang diseberang telfon

“oppa.. eoddigayo? Kau menjemputku atau tidak haa??”

“aaaa~~ uri miyoung~ mianhae~ oppa tak bisa menjemputmu.. kau naik taxi saja nee?”

“mwoya?? Aish… oppa tak bisa begitu.. oppa sudah jani padaku.. kau ingat ha??”teriakku

“arraseo chagii.. tapi oppa benar-benar tak bisa. Oppa harus membantu appa dikantor, oppa dan appa ada meeting penting, mengertilah chagi.. kau itu bukan anak kecil lagi..!!” ucap leeteuk oppa sambil sedikit membentakku.

“o..oppa…” aku kaget mendengar suara leeteuk oppa yang membentakku. Selama ini leeteuk oppa tak pernah membentakku. Tapi kali ini.. kenapa?

“youngie.. mi.. mianhae.. bukan maksud oppa untuk membentakmu seperti tadi..” ucapnya. Nadanya sedikit melunak(?)

“sudahlah oppa.. aku mengerti.. oppa terlalu sibuk.. mianhae aku mengganggumu..”

PIP

Kumatikan sambungan telfon. Tak terasa cairan bening  sudah meleleh, membentuk aliran sungai kecil dipipiku. Sepele memang. Tapi aku hanya merasa shock leeteuk oppa membentakku seperi tadi. Tak biasanya dia seperti ini. Leeteuk oppa selalu baik padaku. Aku mengangkat tanganku dan mencoba membantingkan handphoneku. Namun tangan kekar menahan tanganku.

“miyoung-sii.. apa yang kau lakukan? Waeyo?”

“ye..yesung-sii.. aniyo.. gwaenchanayo.”

“uljimayo..”ucapnya sambil menghapus buliran bening yang semakin deras mengalir. Omo.. ada apa denganku? Kenapa aku menjadi  seseorang yang mudah sekali menangis??

“mau berbagi denganku? Ceritakanlah..”

“nee…”

========================================

Yesung pov

Aigoo.. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, dan berarti waktuku disekolah telah berakhir. Kulihat yeoja disebelahku bergegas membereskan peralatannya, sepertinya dia terburu-buru.

“yesung-sii.. aku duluan.. annyeong~” ucapnya dan berlari kecil keluar kelas. Akupun hanya mengangguk dan membereskan barangku kedalam tas. Entah kenapa aku penasaran dengan yeoja ini. Jika pada umumya aku bisa membaca fikiran orang, lain halnya dengan miyoung. Aku tak bisa membaca fikirannya sedikitpun. Ada yang berbeda dari dirinya. Segera saja aku berlari menyusul miyoung. mudah-mudahan saja dia masih ada digerbang sekolah.

Aku terus berjalan, hingga akhirnya aku melihatnya di depan perpustakaan, sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang di telfon. Hey tunggu, kenapa mukanya terlihat begitu sedih?

Akupun meghampirinya.  Aku sudah berada dibelakangnya sekarang sepertinya dia tak menyadarinya. Aku hendak mengagetkannya dari belakang, namun tiba-tiba dia mengangkat tangannya dan bersiap membantingkan handphonenya. Segera saja aku menahan tangannyaa. Terlihat sekali dia kaget dengan apa yang aku lakukan.

“miyoung-sii.. apa yang kau lakukan? Waeyo?”

“ye..yesung-sii.. aniyo.. gwaenchanayo.”

“uljimayo..” ucapku sambil menghapus sungai kecil yang ada di pipinya

“mau berbagi denganku? Ceritakanlah..”

“nee…” iapun mengangguk.

“ayo masuk ke mobilku. Akan kuantar kau pulang..”

“gomawo yesung-sii..”

“ne.. kajja..” akupun menggenggam tangannya.  Mengajaknya keparkiran dan masuk ke dalam mobilku.

“ja.. sekarang ceritakanlah..”

“yesung-sii.. bisakah kita mengunjungi satu tempat yang lebih tenang?”

“mwo? Ah boleh sajaa.. tapi apakah orang tuamu takkan khawatir?”

“aniyoo.. mereka semua sibuk dengan pekerjaan mereka..”

“geurae.. bagaimana kalau kita kepantai saja?”

“boleh saja..” ucapnya sambil menatap  pemandangan dari kaca mobil disampingnya.

Dan disinilah kita sekarang, berada di pinggir pantai. Kamipun duduk diatas pasir. Kulihat sedari tadi dia hanya menekuk wajahnya.

“yesung-sii..”

“oppa.. panggil saja seperti itu ne?”

“ne.. yesu.. maksudku.. oppa.. apa yang kau rasakan ketika seseorang yang kau sayang perlahan-lahan sikapnya berubah kepadamu?”

“eh? Emm.. tentu saja itu menyakitkan.. siapapun tak ingin orang yang disayanginya berubah, iyakan?”

“nee.. kau benar..”

“waeyo?”

“aku..  aku hanya takut leeteu oppa berubah..tak biasanya dia seperti ini..”

“mungkin saja dia sedang sibuk dengan pekerjaannya.. dan mungkin ia merasa terganggu?”

“yaa.. mungkin saja.. aku memang pengganggu, dan hanya seorang yeoja manja.” Ucapnya sambil menatap matahari yang mulai tenggelam.

“aniyaa.. bukan begit.. hanya saja kau terlalu memikirkan masalah keci seperti ini..”

“nee,, kau benar..”

“sudah sore.. kau tak mau pulang?”

“ani, sebentar saja.. jika kau mau pergi.. pergilah..”

“aniyo, aku akan disini.. tak baik seorang wanita berada di luar sendirian.” Ucapku. Dan iapun hanya mengangguk dan menatap langit jingga.

WHUUUZZZ

Aura ini… astaga, demon.. sedang apa mereka berada disini?

Apa mereka mengincar miyoung? Andwae~! Miyoung hanya milikku.

GREPP

Aku segera menarinya kepelukanku dan membawanya masuk kedalam mobil sambil brlari.

“oppa.. waeyo? Kenapa kau panik begitu?”

“ada sesuatu yang mengikuti kita.. “

“sesuatu bebahayakah?”

“nyawamu..”

“nyawaku?”

“nyawamu terancam..” ucapku. Terlihat wajahnya menjadi pucat ketika kukatakan nyawanya sedang terancam. Aku tak punya pilihan lain. Aku harus memberitahunya. Agar dia bisa menjaga dirinya dan lebih berhati-hati.

“tenanglah.. aku aka melindungimu..  mereka takkan berani menampakkan dirinya di tanah kekuasaan kami..”

“oppa.. apa maksud semua ini? Aku.. aku tak mengerti..”

“nanti kujelaskan.. lebih baik sekarang kau lebih berhati-hati. Dan harus lebih peka terhadap orang disekitarmu. Arraseo? Aku akan menjelaskannya setelah kita sampai dirumahmu”.

“arraseo oppa..”

BRUKK

Sesuatu menghantam jendela mobil disebelah miyoung.

“aaaaaaaa… oppa.. “

“miyoung!! Menunduk! Jauhkan dirimu dari kaca mobil !”

DAMN! Mereka mengikuti mobilku. Kenapa mereka mengincar miyoung? Errr~ choi siwon! Apa yang kau ingin dariku hah? Tak akan ku biarkan kau menyakitinya!

Kupacu mobilku. Dalam jarak 1 meter lagi. Kami akan berada dalam kawasan vampire. Astaga, aku tak memikirkan konsekuensi yang terjadi ketika aku mengajaknya ke pantai tadi sore. Yesung babo! Lihat sekarang apa yang kau lakukan.!

CKIIIIITTT

Aku memarkir mobilku.  Kali ini aku sudah sampai dirumah miyoung. Rumah yang cukup besar.  Sepertinya rumah itu kosong. Kulihat miyoun disebelahku yang masih shock dengan kejadian ini.

“miyoung.. tenanglah.. kita aman sekarang. Kajja.. kita masuk kerumah.. istirahatlah..”

Aku menggandeng mnggenggam tangannya dan mengantarkannya ke dalam kamarnya. Benar saja. Tak ada orang dirumahnya. Geurae. Aku akan menjaganya sampai dia tertidur dan sampai dia terjaga kembali. Sebenarnya rumah miyoung ada  di antara perbatasan kami. Hal ini yang membuatku cukup khawatir. Para demon bis saja menyusup kedalam rumahnya kapan saja.

Kalian.. para demon.. takkan pernah kubiarkan hal ini terjadi kembali!

To Be Continued…

Yeeee~~~ TBC dulu yaa.. ahahaha.. udah gg ada ide.. seperti biasa, RCL please.. author perlu kritik dan sarannya. Tolong dihargai ya ^^ gomawo..

Aku tahu, masih dalam masalah yang sama, FEEL yang sangat sulit ku dpatkan. Hehehe.. mianhae Feel nya kurang atau mungkin tak ada feel sama sekai xD

One thought on “The Reflection Of Moonlight | chapter 2

Leave A Comment !!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s