At Least I Still Have You #Part 3 (ENDING)

Author : Theresia listy

Cast:

–         Lee Dong Hae (23 thn) – adik kelas Teukie yang malah jadi sahabat dekat Teukie n Hee Chul; orangnya perfect bgt deh… baca aja ceritanya, ok!

–         Park Jung Soo a.k.a Teukie (26 thn) – kakaknya Soo-Ra; orangnya bawel n mau menang sendiri tapi selalu perhatian sama adik dan juga sahabat-sahabatnya.

–         Soo-Ra (23 thn) – adiknya Teukie; orangnya simple bgt tapi kadang terkesan cuek.

–         Kim Hee Chul a.k.a Hee Chul or Chullie – sahabat dekat Teukie sekaligus pacar dari Ha Ae (sahabatnya Soo-Ra)

–         Figuran-figuran:

  •  Lee Sung Min – teman Teukie dkk
  • Han-Kyung – teman Teukie juga

 PS:

– Soo-Ra and Ha Ae belong to me and my unnie Tetty P.

– Super Junior member belong to SM Entertainment

– I miss U –

 

-10 September 20xx –

‘Apakah ia masih seperti itu?’ tanya Hee Chul.

‘Ya… ia masih saja memandang keluar jendela dengan tatapan kosong.’ jawab Teukie.

‘Tapi ini kan sudah hampir 3 bulan berlalu semenjak kejadian itu.’ ujarnya tak percaya.

‘Entahlah, Chullie… Aku sendiripun bingung melihatnya terus saja seperti ini!’ jawab Teukie.

‘Tapi ia tidak terlalu berbuat macam-macam seperti bulan kemarin kan?’ tanya Hee Chul

‘Ya… memang tidak sih!! Tapi aku sungguh bingung harus berbuat apa… Bersamanya belakangan ini malah membuatku merasa sangat kesepian.’

‘Maksudmu?’

‘Aku merasa seperti hidup bersama dengan zombie saja.’ kata Teukie dengan sedih sambil mengusap-usap hidungnya, menahan tangis.

‘Separah itukah?’ tanya Hee Chul cemas.

‘Ya… Dia sama sekali tidak mau menatapku, apalagi berbicara denganku. Ia baru mau makan jika kupaksa. Saat makan bersamaku pun dia selalu tertunduk diam lalu setelah kembali ke kamarnya, ia melakukan hal yang sama lagi. Termenung di depan jendela sambil terisak dan menghela nafas panjang.’ ujar Teukie sambil menatap gadis itu.

‘Astaga… kasihan sekali anak itu!!’ ucap Hee Chul dengan suara tertahan.

‘Ya… aku bingung harus bagaimana terhadapnya!’

– 28 Agustus 20xx –

(Author’s p.o.v)

Gadis itu berjalan tak tentu arah di bawah guyuran hujan lebat. Pakaian tipis yang ia kenakan sudah basah kuyup dan melekat begitu erat di tubuhnya. Air hujan menutupi air mata yang mengalir di wajah gadis itu. Semua orang yang berpapasan dengannya memandang gadis itu dengan penuh tanya. Beberapa orang yang merasa iba melihat keadaan gadis itu menawarkan payungnya agar bisa gadis itu gunakan, namun gadis itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan terus berjalan tanpa tujuan.

Akhirnya langkah gadis itu membawanya ke sebuah tempat yang dikenalnya baru-baru ini. Matanya mulai mencari-cari dengan gelisah di antara jejeran batu-batu putih itu. Ia berlari setelah menemukan apa yang ia cari.

Gadis itu merebahkan tubuhnya di depan sebuah batu putih yang terletak agak jauh dari yang lainnya. Ia mulai memukul-mukul tanah yang ada di hadapannya.

‘Bangun… bangun, bodoh!!’ jeritnya sambil menangis.

Tak ada jawaban apapun yang terdengar kecuali suara guntur dan tetesan air hujan yang mengalir.

‘Jahat… kamu jahat…’ teriaknya sambil terus memukuli tanah di hadapannya. ‘Mengapa kau meninggalkan aku seorang diri disini, oppa? Sudah lupakah kau pada janji kita?’

Gadis itu terlihat benar-benar putus asa dan kecewa. Ia menangis… menangis tanpa henti. Tangannya masih memukul-mukul tanah di hadapannya. Ia lalu mulai menggali-gali tanah itu, berharap bisa menemukan apa yang ia cari.

‘Kau jahat… jahat sekali meninggalkanku seorang diri disini. Apa? Apa yang bisa aku lakukan tanpamu? jeritnya lagi.

*****

‘Kau sudah menemukannya?’ tanya Teukie panik.

‘Tidak, oppa… aku sudah mendatangi semua tempat favoritnya dan juga menghubungi semua teman-teman kami, namun tak ada yang melihatnya sama sekali.’jawab Ha Ae kebingungan.

‘Teukie… apakah kau sudah menghubungi kerabat kalian? Siapa tahu anak itu sekarang sedang bersama dengan mereka!!’ kata Chullie sambil menenangkan Ha Ae dalam pelukannya.

‘Sudah… tapi mereka juga tidak ada yang melihat Soo-Ra semenjak kejadian itu.’ jawab Teukie.

‘Aduh… anak itu kemana sih? Apakah teman-teman kita sudah ada yang memberi kabar?’ tanya Chullie.

‘Ya… Tadi Sung Min dan Han Kyung sudah meneleponku dan mereka juga tidak bisa menemukannya walau sudah berkeliling jalan-jalan Seoul beberapa kali.’ jawab Teukie.

‘Ahhh, oppa… Mungkinkah Soo-Ra pergi kesana?’ tanya Ha Ae tiba-tiba.

‘Ahh… mana mungkin ia pergi kesana ditengah hujan lebat seperti ini?’ tanya Teukie tidak yakin.

‘Benar, mungkin dia memang kesana…’ kata Chullie sedikit yakin atas perkataan Ha Ae.

‘Mungkin kalian benar… Ayo kita kesana sekarang juga!!’ ujar Teukie sambil berlari menuju mobilnya yang terparkir di depan gedung apartment.

*****

Gadis itu masih berteriak dan menangis sementara kedua tangannya tak berhenti memukul-mukul dan menggali tanah di hadapannya.

‘Bangun… bangun, bodoh!!’ jeritnya tertahan. ‘Kenapa kau tidak membawaku bersamamu?’

Hampir 2 jam gadis itu berteriak menangis dan memukuli tanah dihadapannya. Perlahan pandangan gadis itu mulai nanar. Samar-samar terlihat kekasih yang dirindukannya itu datang dan memeluk erat tubuhnya. Tubuhnya melemah dan jatuh tergeletak di depan batu putih itu.

*****

‘Oppa… dia ada!! Dia memang kemari…’ jerit Ha Ae dari kejauhan.

‘Astaga… Soo-Ra!!’ pekik Teukie melihat adiknya tergeletak dari kejauhan.

Teukie, Hee Chul dan Ha Ae bergegas berlari menghampiri tubuh yang tergeletak tidak sadarkan diri itu.

Sahabatku… Mengapa kau pergi begitu cepat? tanya Teukie sambil memandangi batu putih yang kini ada di hadapannya. Kenapa kau tega meninggalkan adikku seorang diri disini? Tak tahukah kau seberapa dalam luka yang kau torehkan dihatinya?’

*****

– When u’re gone… –

– 2 mgg setelah 2nd anniversary-nya Soo-Ra n Dong Hae (20 July 20xx) –

Soo-Ra memandangi motor Dong Hae yang terparkir manis di sudut kafe favorit mereka berdua; namun saat Soo-Ra melongok ke dalam café itu, Dong Hae tidak terlihat sama sekali.

‘Oppa… kau dimana?’ tanya Soo-Ra sambil berbicara di HP-nya.

‘Memangnya kau sudah sampai?’ tanya Dong Hae sambil memandangi gadis yang dicintainya dari balik jendela toko di seberang café itu.

‘Ya, oppa… aku sudah sampai dan aku tahu kau juga disini… Tapi kenapa aku tidak bisa menemukanmu?’ tanya Soo-Ra agak takut. Entah kenapa Soo-Ra merasakan suatu firasat buruk sejak pagi, namun ia tidak begitu menghiraukannya.

‘Aku sedang memandangimu koq… Gaun yang kuberikan kemarin terlihat sangat cocok untuk kau pakai!! Ah… membuatku ingin memeluk dan menciummu!’ ujar Dong Hae tertawa.

‘Lho… koq oppa bisa tahu kalau aku memakai gaun pemberianmu? Oppa… keluarlah!! Jangan membuatku merasa takut seperti ini dong…’ kata Soo-Ra sambil memandang berkeliling dan berusaha menemukan wajah kekasihnya itu.

‘Hahaha… wajah panic-mu itu lucu sekali sih!!! Membuatku bertambah gemas saja untuk segera memelukmu. Aku sedang berdiri di hadapanmu, koq!!’ ujar Dong Hae sambil memasukkan uang kembalian yang diberikan si kasir ke saku celananya.

‘Oppa… keluarlah sekarang juga!!! Aku benar-benar takut nih…’ ujar Soo-Ra sambil menjejakkan kakinya keras-keras ke tanah di bawahnya. Dong Hae kembali tertawa melihatnya seperti itu.

‘Apakah kau sebegitu inginnya bertemu denganku?’ tanya Dong Hae penasaran.

‘Tentu saja aku sangat ingin bertemu denganmu, oppa… Kau kan masa depanku dan juga calon ayah dari anak-anak kita nanti setelah kita resmi menikah! Dan… dan… dan aku juga sangat amat mencintaimu…’ jawab Soo-Ra terbata-bata.

‘Ya… aku juga mencintaimu, pabo!!’ ujar Dong Hae pelan. Ia tersenyum bahagia karena kini potongan-potongan puzzle hidupnya sudah lengkap. Kurang dari 1 bulan lagi, Ia dan Soo-Ra akan menikah dan memiliki keluarga kecil mereka sendiri. Sempurna…

‘Soo-Ra…’ teriak Dong Hae dari seberang jalan. ‘Chagiya, Saranghae…’ teriaknya lagi sambil menekuk kedua tangannya keatas kepala sehingga membentuk gambar hati.

‘Oppa…’

Soo-Ra memandang tak percaya begitu melihat Dong Hae ternyata ada di seberang jalan tempatnya berdiri. Ia tersenyum bahagia mendengar teriakan Dong Hae lalu tanpa pikir panjang ia berlari menyeberangi jalan tanpa menoleh ke kiri dan kanannya.

Tiba-tiba terdengar bunyi klakson dan decitan ban dari sebuah mobil yang melaju sangat kencang ke arah Soo-Ra. Soo-Ra berbalik dan melihat sedan itu melaju semakin mendekati dirinya. Ia berusaha bergerak untuk menghindar, namun kedua kakinya tidak bisa bergerak sedikit pun seolah terpaku kuat ke aspal di bawahnya.

‘Andwaee… Soo-Ra!!’ teriak Dong Hae sambil berlari dan mendorong Soo-Ra.

Semuanya terjadi sangat cepat namun terlihat begitu jelas dan lambat dalam mata Soo-Ra. Dong Hae berlari dan mendorongnya mundur menjauh. Soo-Ra jatuh terduduk sementara ia melihat tubuh lelaki yang dicintainya itu tertabrak dan terlempar ke udara persis di depan matanya. Kantong berisi foto-foto mereka yang baru dicetak juga ikut terlempar bersama dengan tubuh Dong Hae.

Tubuh Dong Hae terjatuh dihadapan Soo-Ra sementara foto-foto mereka berdua berterbangan dan berhamburan di sekeliling mereka.

‘Andwaee… Tidak… tidak…’ jerit Soo-Ra yang langsung menghampiri dan memeluk tubuh Dong Haeyang berlumuran darah.

‘Pabo-ya…’ucap Dong Hae dengan lemah.

‘Oppa… oppaa… mianhae!!’ Soo-Ra menangis dengan kencang.

‘Pabo-ya… mian sepertinya aku tidak akan bisa menepati janjiku padamu.’ kata Dong Hae sambil mengusap air mata di pipi Soo-Ra.

‘Tidak, oppa… Kau harus bertahan, untukku…’ isak Soo-Ra memegang tangan Dong Hae yang menempel di pipinya.

‘Pabo-ya… Kaulah yang harus hidup!! Lakukanlah itu untukku… Soo-Ra… saranghae… saranghae… yongwonhi!!’ ucap Dong Hae memandang gadis itu dengan segenap kekuatannya yang tersisa.

‘Saranghae, oppa… kumohon bertahanlah untukku!!’ pinta Soo-Ra sambil mengecup kening Dong Hae yang juga berlumuran darah.

‘Pabo-ya… hiduplah… untukku… saranghae… yongwonhi…!’ ucap Dong Hae dengan terputus-putus. Tangannya yang memegang pipi Soo-Ra terjatuh.

‘Andwaee… Tidak… Oppa…’ pekik Soo-Ra.

*****

– 15 Oktober 20xx (1 tahun setelah semuanya) –

(Teukie’s side story)

1 tahun sudah aku hidup seorang diri di apartment ini. Aku tidak pindah kemanapun, melawan saran dari Chullie dan Ha Ae untuk melupakan semuanya. Tidak… aku tidak bisa melupakan satupun kisah itu, sama seperti aku masih tetap membersihkan kamar Soo-Ra seperti yang biasa aku lakukan saat senggang beberapa tahun yang lalu. Hanya aku mulai sedikit berani untuk maju daripada saat-saat awal aku agak terpukul melihat adikku terjun dari lantai 7 gedung apartment kami.

Cinta mungkin yang membuatku lebih berani untuk menjalani hidup ini. Aku sudah mulai menjalani hari-hari dengan penuh tawa disamping sosok seorang gadis yang menjadi kekasihku 3 bulan terakhir. Han Hye-Jin, gadis yang mirip denganmu, adikku. Hee Chul dan Hae Ae menikah bulan lalu dan mereka berdua pindah ke apartment yang jaraknya cukup dekat dengan apartmentku. Sung Min dan Han Kyung juga pindah ke apartment sebelahku. Mereka bilang ingin selalu berkumpul bersama denganku dan membuatku selalu tertawa.

Semuanya sudah berbahagia sekarang batin Teukie. Seharusnya kamu dan Dong Hae juga berbahagia disana, Soo-Ra. Teukie menatap 2 batu putih dihadapannya. Ya… batu itu adalah nisan Soo-Ra adiknya dan juga Dong Hae, sahabat sekaligus tunangan adiknya. Sayang kalian berdua tidak ada disini…

‘Oppa… kkaja… kita pulang sekarang!!’ panggil Hye-Jin dari sampingnya.

‘Yee… Hye-Jin-ah!!’ jawab Teukie sambil memandang kedua nisan itu.

Aku pulang dulu, ya… Bulan depan aku akan kembali dan menengok kalian lagi… Doakan aku bahagia!!

*****

Soo-Ra medekatkan bibirnya ke telinga lelaki itu lalu berbisik dengan penuh kesungguhan;

‘I do… saranghae yongwonhi, oppa… Walau kematian memisahkan kita, aku akan selalu menjadi milikmu… Dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya cintaku padamu tak akan pernah berubah…’

– END –

HUaaaa…. eotteokke? sad? readers pada nangis gg? klo aku sih nangis T.T
ja! Comment Please!! comment readers sangat berguna buat Author ,,, ^^

3 thoughts on “At Least I Still Have You #Part 3 (ENDING)

  1. astagaaaa… chingu !! tanggung jawab ngak bisa nafas aku.. !!
    ffnya nyentuh banget … suka deh sama donghae . eh salah maksud ku sama ff mu .. heheh #wadepak!! *diplototin key*
    ahh sora .. segitu kah kau mencintai donghae .. cup..cup..cup….
    ayoo tag lagi ya ff yang lainnya .. ^^

Leave A Comment !!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s